Belajar Hidup di Alam Nyata melalui Program Homestay

(*Oleh: Lajianto)


Pendidikan Integral Hidayatullah memandang bahwa tujuan pendidikan bukan semata-mata mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi membentuk pribadi yang beriman, beradab, dan mampu menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam. Sekolah hadir sebagai tempat menanamkan nilai, membangun kebiasaan baik, serta melatih anak agar siap hidup bermasyarakat. Berbagai nilai kehidupan telah disampaikan kepada siswa melalui pembelajaran di kelas, kisah keteladanan, dan nasihat para ustadz dan ustadzah. Namun Pendidikan Integral menekankan bahwa nilai tidak cukup hanya dipahami, melainkan perlu dibiasakan dan dihidupkan dalam keseharian. Atas dasar inilah Program Homestay diselenggarakan sebagai bagian dari proses pendidikan yang menyeluruh.

Melalui program homestay, peserta didik tinggal bersama keluarga asuh dan berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat. Mereka belajar bangun tidur lebih awal, menjaga adab, melaksanakan ibadah tepat waktu, membantu pekerjaan rumah, serta menyesuaikan diri dengan kebiasaan lingkungan. Aktivitas yang sederhana ini justru menjadi sarana pendidikan yang kuat dalam menanamkan kemandirian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.

Dalam suasana homestay, peserta didik dilatih mempraktikkan adab kepada orang tua dan orang yang lebih tua, menghargai sesama, serta menjaga amanah. Mereka belajar hidup sederhana, mengelola kebutuhan diri, dan mensyukuri nikmat Allah dalam berbagai keadaan. Inilah proses pembiasaan yang sejalan dengan ruh Pendidikan Integral, yaitu menjadikan tauhid sebagai landasan, adab sebagai prioritas, dan amal nyata sebagai tujuan pembelajaran.

Program homestay juga menjadi bentuk pembelajaran mendalam. Peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan tentang nilai dan karakter, tetapi mengalaminya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi sosial, tantangan kecil, dan kebersamaan selama kegiatan menjadi pengalaman bermakna yang membekas dan membentuk kepribadian. Dengan demikian, Program Homestay bukan sekadar kegiatan di luar sekolah, melainkan bagian dari ikhtiar pendidikan untuk menyiapkan generasi yang siap hidup di tengah masyarakat, memiliki kepedulian sosial, dan mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Momentum tahun ini kegiatan Homestay dilaksanakan di Desa Grabagan Kecamatan Grabagan lebih tepatnya di Dusun Kembang RT 2 RW 2. Desa yang terletak jauh dari pusat kota ini menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar karena terdapat home industri berupa pembuatan kue donat yang khas dengan bahan-bahan alami dan terdapat pula produksi pawon yang berbahan tanah liat. Suasana alam yang steril dari hiruk pikuk keramaian sangat cocok untuk pembinaan karakter peserta didik seperti spiritual, mental, dan kepekaan sosial.

Melalui Program Homestay ini, kami berharap peserta didik memperoleh pengalaman hidup yang bermakna sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan adab. Semoga kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang menguatkan keimanan, melatih kemandirian, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjalani kehidupan. Pendidikan sejatinya tidak berhenti pada teori dan cerita, tetapi terwujud dalam sikap dan perbuatan sehari-hari.

 

_Belajar hidup di alam nyata, bukan hanya teori di alam cerita_